Uncategorized

Perkembangan Solar Cell

admin

admin

Solar cellĀ  merupakan sebuah teknologi yang sudah dikembangkan dalam waktu yang cukup lama dan banyak diadopsi sebagai PJU solar cell. Mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga. Apa saja perbedaannya? Berikut ulasannya.

Sel surya generasi pertama

Sel surya generasi pertama merupakan sel surya yang dibuat dengan menggunakan bahan Crystaline Silicon. Sel surya generasi pertama ini merupakan sel surya yang memiliki efisiensi yang cukup baik aitu 15%. Pembuatan sel surya generasi pertama ini dilakukan di laboratorium yang super bersih dan membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk penyelesaiannya. Pembuatan dari sel surya generasi pertama ini juga sangat sederhana dan dikembangkan sejak tahun 1954.

Sel surya generasi kedua

Untuk generasi kedua, sel surya pada masa ini sudah memasuki masa dimana sel surya memiliki ukuran yang sangat tipis. Pada masa ini sel surya juga dikenal dengan julukan thin film solar cell. Hal ini disebabkan karena ukurannya memang setipis kertas film. Hal ini bahkan membuat panel surya pada generasi ini dapat di lengkungkan.

Sayangnya kelebihan dari sel surya generasi kedua ini hanya bisa dilihat dari sisi fleksibilitas dan bentuknya saja. Mengapa? Hal ini disebabkan karena dari segi efisiensi sel surya pada generasi kedua ini sangat rendah. Bahkan lebih rendah dari generasi pertama.

Dalam perkembangannya, sel surya generasi kedua dibagi menjadi 3 yaitu sel surya amorphous, sel surya Cd-Te dan juga sel surya CIGS. Untuk sel surya amorphous memiliki efisiensi sebesar 7%, untuk tipe Cd-te memiliki efisiensi sebesar 11% sedangkan untuk sel surya tipe CIGS memiliki efisiensi sebesar 10%.

Sel surya generasi ketiga

Generasi solar cell ini merupakan generasi paling baru. Teknologi sel surya ini menggabungkan fitur pada generasi kedua dan generasi pertama sehingga lebih efisien tapi tetap tipis. Pada generasi ini efektivitas yang dimilikinya sangat besar yaitu sekitar 30% atau lebih. Ada juga yang mengklaim bahwa solar cell yang dibuatnya memiliki efektivitas konversi cahaya matahari menjadi listrik hingga 46%. Sangat besar bukan?

Tags: ,

Leave a Comment